kisah nyata , di sela sela kehidupan ku aku terlahir dari keluarga miskin, sampai sekarang aku tidak pernah merasakan kebahagia an secara lahir, tapi aku tak pernah menyerah bahwa aku masih mempunyai allah yang menciptakan nya, aku selalu menjalan sholat hajat setiap malam, pada suatu ketika anak yang kedua ku, mau dekat ujian terakhir aku cemas rasa kwatir selalu menghantui, kalau nanti anakku menghadapi ujian lulus ga yaa, singkat cerita ternyata anakku membawa kabar gembira bahwa di sekolah smp dia lulus aku sangat gembira anakku lulus. tiba waktu nya aku mendaftarkan anak masuk sekolah kejuruan, dengan nilai pas pas an aku memberanikan diri untuk mendaftar, di karenakan seleksi nem melalui tes, aku pikir masih ada harapan barangkali melalui tes dengan harapan anak saya dapat nilai tes nya gede, tapi rasa penasaran kepengen tau informasi apakah melalui tes atau nem ternyata aku tanya pihak sekolahan, hasil seleksi tidak melalui tes tapi seleksi nem, mendengar kabar begitu aku sedikit hatiku menciut, aku menghela nafas dalam dalam, aku sempat berfikir kalu seandainya anakku tidak lulus seleksi nem dan tidak di terima pasti anak sangat kecewa, anak mendambakan ingin bisa di terima di sekolah kejuruan yang terkenal faforit di sekolahan itu, saatnya lah tanggal pengumuman nem, aku merasa deg degan katanya doa ibu itu lebih mujarab, aku berdoa dalam hati smoga anak lulus seleksi nem, tiba waktu nya aku menerima pengumuman setelah aku lihat dan aku amati ternyata nama anakku tidak terdaftar dalam urutan lulus, aku langsung lemas dan kecewa melihat hasil kelulusan, aku kecewa terhadap anakku , tapi aku berpikir sebaliknya pasti anakku sangat kecewa apalagi aku lihat anakku murung setelah tau hasil itu sungguh mengecewakan. aku sempat mendaftar di sekolahan swasta kalau anakku gagal aku masukkan kesekolahan swasta saja namun dengan uang pas pasan aku memberanikan diri komitmen sama guru yang bertanggung jawab di sekolahan itu, ternyata dp bisa separuh dulu selebihnya bisa di cicil, aku mnghela nafas dalam dalam aku lega, namun perjuanganku tidak cukup sampai di situ saja, esoknya aku sepulang dari sekolah kejuruan aku sempat cari becak tapi tidak ada becak hanya ada satu becak namun becak itu tidak bisa mengantarku ke prapatan alasannya dia lagi menunggu orang, aku berpikir positif aja yaa sudahlah mungkin belum rezeki pas di bulan puasa aku menahan perutku yang kosong kepalaku sudah pusing tadinya aku memutuskan untuk jalan menuju prapatan namun aku sangat lelah menuju prapatan agak lumayan jauh , aku berkata dalam hati enak nya aku naik mobil saja biar cepat sampai tujuan, ternyata supir itu tidak membawaku sampai ketempat tujuan aku di turun kan persimpangan jalan setelah aku membayar taksi nya aku tanya supir kalau tujuan yang aku maksud jauh ga enggak yaa, supir itu menjawab deket jalan aja nanti juga sampai, supir itu langsung nyelonong aja pergi, aku berusaha cari becak lagi namun daerah situ tidak ada becak pas kebetulan di situ ada dua satpam yaa aku langsung samperin satpam yang satunya dan aku langsung menanyakan kantor yang aku maksud kalau jalan kaki jauh ga yaa, satpam itu menjawab lumayan jauh kalau jalan kaki di sini ga ada becak mba kata satpam itu, setelah kenalan dengan satpam itu aku ngobrol cukup lama lalu dia mau memperkenalkan aku dengan orang yang tinggi jabatan di wilayah itu kata satpam pasti bisa membantu, langsung satpam itu memberikan alamat pejabat itu sama no hap nya, aku agak sedikit lega aku berkata dalam hati masih ada harapan untuk memperjuangkan anakku masuk sekolah kejuruan aku sedikit lega,
tapi satpam itu mau mengantarkan aku sampai ke kantor itu bahkan dia menawarkan lagi kalau balik lagi tidak ada kendaraan lagi suruh telfon dia satpam mau menjemput, penawaran satpam itu aku langsung iyakan saja ini rezeki di bulan puasa, setelah urusan aku selesai aku langsung pulang sesampai di rumah aku mencerita kan semua pada suami ku bahwa aku di turunkan di pertengahan dan ketemu satpam katanya bisa membantu, sorenya aku langsung menuju orang yang di kenal no satu di wilayah itu dengan harapan semoga pejabat itu bisa membantu anak saya, alhamdulillah...aku ketemu dengan pejabat itu aku ucapkan salam dan mengungkap tujuan saya pada bapak pejabat itu, namun pak pejabat itu bilang zikir aja yang banyak, dengan jawaban itu aku ada keraguan apakah bapak itu mau membantu anakku, aku berpamitan pulang, besoknya aku datang lagi memohon agar bapak mau membantu aku utarakan lagi tujuan aku kali ini bapak menjawab mau membantu masuk kejuruan sekolah negri dan sepeser pun tidak meminta uang dari saya, sempat aku tertegun betapa mulia nya hati bapak pejabat itu tulus bangetm mau membantu, yeaa...aku lega banget mendapat jawaban bapak itu, namun aku agak sedikit kecewa dan jengkel dengan anakku ternyata anakku tidak mau masuk sekolah negri alasan nya tidak sesuai jurusan yang anak saya inginkan, anakku mau sekolah swasta saja yang sesuai jurusan, aku kecewa jengkel bercampur sedih, yaa...allah...! kenapa anakku mengecewakan aku ibu yang bersusah payah setengah mati memperjuangkan agar bisa masuk negri dan jurusan yang aku inginkan, dengan kecewa dan berat hati aku berpamitan pulang setelah sampai rumah aku menangis mengungkapkan kekesalan pada anakku, tapi aku masih berusaha untuk membujuk anakku kembali agar mau ambil jurusan itu dan mau masuk negri, detik itu juga aku balik lagi kerumah bapak pejabat itu semoga bapak itu mau menerima anakku lagi aku di persilahkan lagi untuk duduk di ruang tamu, dan berbincang lagi kali ini aku utarakan bahwa anakku berubah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar