sambungan cerita halaman pertama pikiran bahwa anakku mau jurusan yang aku maksud dan mau di sekolah kejuruan negri, kali ini bapak pejabat itu meminta berkas dan lagi lagi anakku mengecewakan aku lagi ternyata berkas nya ketinggalan di rumah, rasa marah dalam hati jengkel kecewa campur aduk marah sama anakku namun kemarahan itu aku pendam dalam hati aku tidak mungkin marah di depan bapak pejabat itu, aku suruh suamiku untuk mengambil berkas yang ketinggalan di rumah namun jawaban bapak pejabat itu nanti saja jam sembilan kesini lagi habis sholat tarawih, aku tidak panjang lebaran aku pamitan pulang, sampai di rumah aku merasa gembira dan bahagia masih ada harapan anakku bisa masuk negri, setiap malam aku selalu lakukan sholat hajat biasa nya aku melakukan sholat hajat 12 rokaat, kali ini aku tambah 24 rokaat dan perbanyak zikir, mengingat bapak pejabat itu selalu berpesan kepada ku dan anakku agar selalu banyak berzikir, kalau bapak pejabat bilang banyak zikir ya aku jawabnya simple saja iya pak saya zikir siap,.! yaa..begitulah jawabanku cukup mudah, aku jam 9 suruh balik lagi yang ke lima kali nya aku balik lagi bawa berkas namun sesampai nya di depan rumah bapak pejabat, aku cek pintu gerbang sudah di kunci, namun aku tak putus asa aku tetap menunggu bapak keluar dari dalam rumah, aku panggil panggil lebih dari 10 kali ketuk pintu pun tak terhitung berapa kali, ada 1 jam aku tunggu bapak pejabat tak kunjung keluar rumah, rasa deg degan cemas kwatir bercampur galau sudah pasti jadi satu, namun dalam hati dan benakku aku harus bersabar dan terus berusaha jangan menyerah dan jangan putus asa, malam ini bapak pejabat tiidak bisa menemuiku aku putuskan untuk pulang dan membawa berkasku kembali dengan hati gundah galau pikiranku tidak karuan, sampailah aku di rumah duduk istirahat sambil berfikir termenung galau yaa pasti, aku tidak bisa berfikir jernih bagaimana dengan besok waktu nya daftar ulang, aku tinggal menunggu jam bukan hari lagi yang aku tunggu, saya lihat sudah jam 11;30 aku tidak berfikir panjang lagi aku langsung menuju kamar mandi ambil air wudhu menuju kamar kamar dan memakai mukena aku niat sholat hajat buat anakku agar di luluskan dan di terima kejuruan sekolah negri, aku sholat hajat 24 rokaat selesai sholat aku duduk lama berzikir aku biasa setelah zikir aku sujud kenbali berzikir dan berdoa memohon di kabul hajatku, aku tidak bisa tidur malam terakhir mau pendaftaran ulang, waktunya jam 4;30 shubuh, aku langsung bergegas menuju rumah bapak peabat sambil naik motor bertiga anakku yang daftar kejuruan bonceng paling depan, dengan tujuan antara pasti dan tidak aku membawa berkas anakku kembali, perasaan was was terus menghantuiku sempat aku berfikir bapak pejabat kali ini marah tidak yaa aku temui, tibalah di depan bapak pejabat alhamdulillah..bapak pejabat ada, kurang 1 menit saja pasti nya aku tidak bisa bertemu soal nya bapak pejabat mau kuliah shubuh, namun lagi lagi nasib mujur masih berpihak kepadaku, aku ucapkan salam dan bapak pejabat menjawab salam saya sambil menyambut aku di gerbang pintu, bapak pejabat sempat bertanya kepada saya kenapa semalam tidak datang bapak tunggu jam sembilan tidak datang, yaa..tentu saja aku jawab pertanyaan bapak saya semalam aku datang pak tapi bapak sudah tidur jadi aku balik lagi. bapak memintaku untuk menyerahkan berkas ya tampak pikir panjang lagi aku langsung menyerahkan berkas anakku dan bapak meminta ku untuk banyak zikir, aku berhasil berkas sudah aku berikan pada bapak pejabat, aku pamit untuk pulang, aku merasa lega dan sedikit agak tenang, satu hari aku stop dulu ga kerumah bapak bejabat, ke esokan harinya jam7;30 aku langsung menuju kerumah bapak namun bapak masih tarawih, kali ini aku ridak mau ketinggalan lagi aku sabar menunggu sampai jam 8;30 allah masih bersamaku bapak datang dari arah masjid menemuiku dan mengucapkan salam tentu saja aku sambut salamku dengan tulus, aku langsung mengikuti bapak masuk rumah dan di persilahkan duduk, aku duduk bapak bertanya ada perlu apa, aku bertanya tentang berkas dan daftar ulang bagaimana dan aku menemui siapa di sekolah, aku minta surat pengantar bapak pejabat namun bapak bilang tidak perlu surat pengantar berkas sudah di sekolahan semua, tinggal daftar ulang, aku yakin aja mudah2an allah menolongku dan meluluskan semua permasalahanku demi anakku, jam 5;30 aku berangkat kesekolahan brsama anakku, kali ini cuman ambil pormulir dan pengarahan karena data anakku tidak ada aku panik saya lihat wajah anakku pucat campur putus asa, ternyata saya tanyakan pihak skolahan karna data berkas anak saya nyusul belum bisa di data, aku uda di kasih pormulir pendaftaran suruh di isi di rumah dan di kasih map warna sesuai jurusan, besok nya suruh balik lagi kesekolahan daftar ulang, lagi lagi ada sedikit masah namun masih bisa teratasi waktu nya bayar seragam sepatu dll, tapi data anak saya tidak ada dan lain jurusan, aku tanya pada pak kepala sekolah namun masalah itu bisa di atasi, hari ini hari terakhir pendaftaran namun aku telah membayar dp seragam sekolah dan anakku di terima di kejuruan sekolah negri yang terkenal faforit, setelah transaksi pembayaran selesai aku dan anakku langsung pulang dengan membawa kabar gembira anakku ku lulus di terima, aku lega dan bersyukur tugas mengurus daftar anakku selesai aku kalau anakku lulus masuk negri aku akan sujud syukur, dan itu aku laksanakan, ketiga orang yang menolongku dia seperti malaikat dia menolong tanpa pamrih dan keduanya tidak minta uang sepeserpun, yaa..allah..! terima kasih berkat sholat hajat dan berkat pertolonganmu anakku di terima walaupun dengan jalan yang berbeda, ini adalah suatu keajaiban allah walaupun dengan perantara orang lain
Sabtu, 18 Juli 2015
ke ajaiban allah
kisah nyata , di sela sela kehidupan ku aku terlahir dari keluarga miskin, sampai sekarang aku tidak pernah merasakan kebahagia an secara lahir, tapi aku tak pernah menyerah bahwa aku masih mempunyai allah yang menciptakan nya, aku selalu menjalan sholat hajat setiap malam, pada suatu ketika anak yang kedua ku, mau dekat ujian terakhir aku cemas rasa kwatir selalu menghantui, kalau nanti anakku menghadapi ujian lulus ga yaa, singkat cerita ternyata anakku membawa kabar gembira bahwa di sekolah smp dia lulus aku sangat gembira anakku lulus. tiba waktu nya aku mendaftarkan anak masuk sekolah kejuruan, dengan nilai pas pas an aku memberanikan diri untuk mendaftar, di karenakan seleksi nem melalui tes, aku pikir masih ada harapan barangkali melalui tes dengan harapan anak saya dapat nilai tes nya gede, tapi rasa penasaran kepengen tau informasi apakah melalui tes atau nem ternyata aku tanya pihak sekolahan, hasil seleksi tidak melalui tes tapi seleksi nem, mendengar kabar begitu aku sedikit hatiku menciut, aku menghela nafas dalam dalam, aku sempat berfikir kalu seandainya anakku tidak lulus seleksi nem dan tidak di terima pasti anak sangat kecewa, anak mendambakan ingin bisa di terima di sekolah kejuruan yang terkenal faforit di sekolahan itu, saatnya lah tanggal pengumuman nem, aku merasa deg degan katanya doa ibu itu lebih mujarab, aku berdoa dalam hati smoga anak lulus seleksi nem, tiba waktu nya aku menerima pengumuman setelah aku lihat dan aku amati ternyata nama anakku tidak terdaftar dalam urutan lulus, aku langsung lemas dan kecewa melihat hasil kelulusan, aku kecewa terhadap anakku , tapi aku berpikir sebaliknya pasti anakku sangat kecewa apalagi aku lihat anakku murung setelah tau hasil itu sungguh mengecewakan. aku sempat mendaftar di sekolahan swasta kalau anakku gagal aku masukkan kesekolahan swasta saja namun dengan uang pas pasan aku memberanikan diri komitmen sama guru yang bertanggung jawab di sekolahan itu, ternyata dp bisa separuh dulu selebihnya bisa di cicil, aku mnghela nafas dalam dalam aku lega, namun perjuanganku tidak cukup sampai di situ saja, esoknya aku sepulang dari sekolah kejuruan aku sempat cari becak tapi tidak ada becak hanya ada satu becak namun becak itu tidak bisa mengantarku ke prapatan alasannya dia lagi menunggu orang, aku berpikir positif aja yaa sudahlah mungkin belum rezeki pas di bulan puasa aku menahan perutku yang kosong kepalaku sudah pusing tadinya aku memutuskan untuk jalan menuju prapatan namun aku sangat lelah menuju prapatan agak lumayan jauh , aku berkata dalam hati enak nya aku naik mobil saja biar cepat sampai tujuan, ternyata supir itu tidak membawaku sampai ketempat tujuan aku di turun kan persimpangan jalan setelah aku membayar taksi nya aku tanya supir kalau tujuan yang aku maksud jauh ga enggak yaa, supir itu menjawab deket jalan aja nanti juga sampai, supir itu langsung nyelonong aja pergi, aku berusaha cari becak lagi namun daerah situ tidak ada becak pas kebetulan di situ ada dua satpam yaa aku langsung samperin satpam yang satunya dan aku langsung menanyakan kantor yang aku maksud kalau jalan kaki jauh ga yaa, satpam itu menjawab lumayan jauh kalau jalan kaki di sini ga ada becak mba kata satpam itu, setelah kenalan dengan satpam itu aku ngobrol cukup lama lalu dia mau memperkenalkan aku dengan orang yang tinggi jabatan di wilayah itu kata satpam pasti bisa membantu, langsung satpam itu memberikan alamat pejabat itu sama no hap nya, aku agak sedikit lega aku berkata dalam hati masih ada harapan untuk memperjuangkan anakku masuk sekolah kejuruan aku sedikit lega,
tapi satpam itu mau mengantarkan aku sampai ke kantor itu bahkan dia menawarkan lagi kalau balik lagi tidak ada kendaraan lagi suruh telfon dia satpam mau menjemput, penawaran satpam itu aku langsung iyakan saja ini rezeki di bulan puasa, setelah urusan aku selesai aku langsung pulang sesampai di rumah aku mencerita kan semua pada suami ku bahwa aku di turunkan di pertengahan dan ketemu satpam katanya bisa membantu, sorenya aku langsung menuju orang yang di kenal no satu di wilayah itu dengan harapan semoga pejabat itu bisa membantu anak saya, alhamdulillah...aku ketemu dengan pejabat itu aku ucapkan salam dan mengungkap tujuan saya pada bapak pejabat itu, namun pak pejabat itu bilang zikir aja yang banyak, dengan jawaban itu aku ada keraguan apakah bapak itu mau membantu anakku, aku berpamitan pulang, besoknya aku datang lagi memohon agar bapak mau membantu aku utarakan lagi tujuan aku kali ini bapak menjawab mau membantu masuk kejuruan sekolah negri dan sepeser pun tidak meminta uang dari saya, sempat aku tertegun betapa mulia nya hati bapak pejabat itu tulus bangetm mau membantu, yeaa...aku lega banget mendapat jawaban bapak itu, namun aku agak sedikit kecewa dan jengkel dengan anakku ternyata anakku tidak mau masuk sekolah negri alasan nya tidak sesuai jurusan yang anak saya inginkan, anakku mau sekolah swasta saja yang sesuai jurusan, aku kecewa jengkel bercampur sedih, yaa...allah...! kenapa anakku mengecewakan aku ibu yang bersusah payah setengah mati memperjuangkan agar bisa masuk negri dan jurusan yang aku inginkan, dengan kecewa dan berat hati aku berpamitan pulang setelah sampai rumah aku menangis mengungkapkan kekesalan pada anakku, tapi aku masih berusaha untuk membujuk anakku kembali agar mau ambil jurusan itu dan mau masuk negri, detik itu juga aku balik lagi kerumah bapak pejabat itu semoga bapak itu mau menerima anakku lagi aku di persilahkan lagi untuk duduk di ruang tamu, dan berbincang lagi kali ini aku utarakan bahwa anakku berubah
Langganan:
Komentar (Atom)